Tradisi Mbolos


Sore itu kulangkahkan kaki, hasrat hati ingin pulkam karena rindu sama teman-teman kampung. Mungkinkah mereka masih seperti dahulu, atau sudah berubah dan tercemar dengan peradaban kota? Hujan belum reda, tambah angin kencang membuat suasana makin mencekam. Aku duduk melamun di depan emperan toko menghadang datangnya bus mini. Hari hampir magrib, mungkinkah busnya sudah habis? Celaka kalau begitu, seharusnya jam segini masih ada 2 bus mini yang menuju ke desa itu…sebentar kemudian kulihat dari sisi kanan ada bus mini yang lewat, dan langsung saja aku stop sambil berlarian diantara guyuran hujan…meskipun hanya sebentar tapi cukup untuk membasahi baju bagian pundak dan kepalaku…busyeeeeeeetttttttt busnya sudah penuh pula….

Iklan

Earth Hour


Teringat waktu kecil dulu, ketika itu di desaku yang jauh dari keramaian kota Solo dan listrik belum masuk ke sana (mungkin sampai sekarang pengguna listrik yang paling ngirit he he he). Meski jauh dari peradaban kota, dan masih erat dengan dimensi desa yang mengandalkan gotong royong dan tolong menolong. transportasi masih sulit menjangkau, alternatifnya ya naik ojek atau jalan kaki.

Beruang Nakal


Di kejauhan ada seekor beruang putih, beruang itu nampak kelaparan. Ketika melihat gerombolan Singa laut terbersit dalam benaknya, “Wah enak ni, gue makan satu dari beratus singa laut itu pasti bisa kenyang.” Tanpa pikir panjang sang Beruang-pun bergegas mendekati calon mangsanya.