Romantika Peka Jaman


Wayang kian lama kian ditinggalkan oleh penggemarnya. Kenapa? Banyak sekali alasannya. Kalau saya bayangkan seperti halnya dulu kita menggunakan IE (Internet Explorer) untuk menjelajahi dunia maya, sekarang kita bisa menggunakan google chrome, atau Mozilla, opera mini dan masih banyak lagi aplikasi yang bisa digunakan untuk menjelajah dunia maya.

Semar Kamu Dimana?


Semar kamu dimana ini saya sajikan dalam durasi waktu sekitar 25 menit, dengan menggunakan medium musik 2 buah kacapi sunda dan wayang punakawan. di dalam ceritanya para anak-anak semar mencari ayahnya, dan selalu mengingat ajran-ajaran kemanusian yang disampaikan oleh ayahnya, yaitu SEMAR. Akhir perjuntukan Garengpun berorasi dan mempertanyakan kepada audien, “SIAPA YANG BERANI JADI SEMAR?”

BAGAI SRIKANDI


Lazim kita jumpai, ibu dan pahlawan-pahlawan wanita masa kini dianalogikan “bagai Srikandi”. Tentu pelukisan semacam ini bukannya tanpa maksud, namun sarat akan bingkai penaknaan kultural atau bahkan mungkin yang transenden. Srikandi, sosok wanita dalam epos wayang Mahabarata yang tradisional itu kini abadi dalam percaturan icon mutakhir. Seperti apa Srikandi, dan kenapa harus Srikandi?

Kikis Tunggarana (Biak Papua)


Bergerak Kresna dengan Kembang Wijayandanu, niatan mau menghidupkan lagi anaknya. Tetapi betapa kagetnya karena Boma sudah mampu hidup kembali tanpa Wijayandanu, dan langsung menyerang Gathutkaca. Berkali-kali Boma kalah dan mati, tetapi mampu hidup lagi. Sadarlah Kresna bahwa Boma yang sekarang bukanlah Boma anaknya, tetapi Boma yang kerasukan suksma raksasa yang sakti.

Wayang Kulit Purwa (Cerita)


Cerita wayang dibagi dalam 2 bagian besar, yaitu cerita baku dan cerita carangan. Cerita baku bersumber pada Mahabharata dan Ramayana. Inipun masih tergantung daerah masing-masing, yang lazim disebut dengan gaya. Gaya ini secara besar dibagi menjadi 2 bagian, gaya kraton dan gaya pasisiran. Gaya Kraton jelas perkembangannya diprakarsai oleh kraton (masih dalam penelitian, bahwa sejauh ini kraton hanyalah mengakui dan wayang diduga merupakan budaya atau tradisi rakyat jelata).

Wayang Orang Sriwedari, Wajah Senja yang Abadi


Di kala berbagai kalangan telah pesimistis akan daya hidup WO Sriwedari, dengan senantiasa melontarkan pandangan yang sentimentil, saya tetap yakin bahwa ia tidak akan pernah mati apalagi punah. Usianya yang seabad lebih adalah buktinya. Setiap masa memiliki ceritanya sendiri.

Perang Kembang


Buta adalah nama lain dari raksasa, dasanamanya adalah ditya, diyu, danawa dan masih banyak lagi sebutan untuk buta ini. Kalau di dunia perkenthiran bisa dikatakan buta itu perempuan karena tidak ada pakto. Raksasa dalam dunia wayang biasanya paling sering muncul di setiap lakon apapun.