Semar Kembar 4


Amarta, tentang hilangnya kyai semar yang tanpa kabar-kabar, sehingga situasi negara menjadi amburadul. Tidak selang berapa waktu datanglah Durna, yang minta kejelasan keberadan semar. Durna justru member informasi bahwa di astina ada 2 semar yang tertangkap. Akhirnya mereka datang bersama-sama untuk memastikan mana semar yang benar.

Iklan

BAGAI SRIKANDI


Lazim kita jumpai, ibu dan pahlawan-pahlawan wanita masa kini dianalogikan “bagai Srikandi”. Tentu pelukisan semacam ini bukannya tanpa maksud, namun sarat akan bingkai penaknaan kultural atau bahkan mungkin yang transenden. Srikandi, sosok wanita dalam epos wayang Mahabarata yang tradisional itu kini abadi dalam percaturan icon mutakhir. Seperti apa Srikandi, dan kenapa harus Srikandi?

Bebaskan Beban Sejarah Genjer-Genjer


Jika anda pernah menyaksikan film Pengkhianatan G 30S/PKI besutan sutradara Arifin C.Noer tentu tidak asing lagi dengan sepenggal teks lagu di atas. Ya, dalam film itu teks lagu yang berjudul genjer-genjer di atas dinyanyikan oleh anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat ketika beberapa jendral diculik dan disiksa. Lagu yang diidentikkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut menjadi haram di era orde baru. bahkan penciptanya Muhammad Arief asal Banyuwangi meninggal karena dibunuh, dianggap sebagai pengikut PKI pada pembantaian tahun 1965-1966.

OPEN HOUSE


Keangkuhan semakin terlihat gila, ketika saya menyaksikan orang-orang buta yang berjalan berderetan guna mengantri amplop dan bersalaman dengan PRESIDEN. Ntah itu mereka tulus datang atau sebuah permainanpun tiada yang tahu kecuali jiwa masing-masing.

Kampung dan Sejarah Kebudayaan


Memasuki hari besar seperti hari raya, sering kali terdengar istilah ‘pulang kampung’. Padahal tidak selalu tempat tujuan tersebut mencerminkan keadaan suatu kampung, bisa saja kota. Namun toh demikian tetap saja istilah kampung digunakan. Kenapa harus kampung? Sebegitu pentingkah kampung hingga seseorang merasa kehilangan identitasnya jika tidak memiliki kampung. Lalu bagaimana dengan ‘kampungan’?

Wayang Keroncongan


Akhrinya saya berharap dukungan doa-doa dari teman-teman sekalian, semoga pentas nanti malam berjalan lancar sesuai dengan harapan kami. Dan sesungguhnya yang terpenting bagi saya dan kawan-kawan adalah saat prosesnya, sedangkan pementasan ini sendiri adalah tempat untuk uji nyali. Karena seusai pementasan, esok harinya akan diadakan diskusi.

Lafal Vokal Bahasa Jawa


Dasar pelafalan di atas adalah dialek bahasa Jawa daerah timur yang bersumber Sala – Yogya, untuk dialek Banyumas dan sekitarnya mungkin tidak seperti itu. Untuk itu perlu dikaji dan diperbandingkan.