Romantika Peka Jaman

Wayang kian lama kian ditinggalkan oleh penggemarnya. Kenapa? Banyak sekali alasannya. Kalau saya bayangkan seperti halnya dulu kita menggunakan IE (Internet Explorer) untuk menjelajahi dunia maya, sekarang kita bisa menggunakan google chrome, atau Mozilla, opera mini dan masih banyak lagi aplikasi yang bisa digunakan untuk menjelajah dunia maya. Artinya ada perkembangan, meskipun secara isensi guna dari aplikasi tersebut sama. Tetapi dengan tampilan, gaya dan bentuk yang baru lebih dikejar karena memang lebih efisien, lebih praktis, lebih fast, lebih nyaman dan masih banyak alasan lagi. Apakah dengan demikian terus say goodbye untuk IE? Tentu tidak, semua tergantung selera pengguna. Tetapi saya yakin, semakin berkurang pengguna maka aplikasi tersebut akan tutup, seperti CPU anda. Dulu punya Pentium 2 sudah unggulan, sekarang sudah tidak jamanya Pentium. Itulah alasan kenapa semua berpindah.

Begitu juga halnya dengan dunia seni. Terutama disini yang saya soroti adalah seni wayang. Kurang minatnya para pemuda sekarang karena salah satu faktornya adalah kemapanan yang di dewakan oleh pihak pelaksana seni itu sendiri. Kemapanan yang bagaimana? Bukankah yang disebut tradisi itu adalah sebuah aturan yang dilakukan turun temurun? Itu alasan yang pertama. Sedang yang lainnya adalah karena kurang pekanya para pelaku kesenian tersebut terhadap perkembangan jaman. Seharusnyalah seperti perkembangan IT atau aplikasi yang saya contohkan tersebut di atas. Artinya terus menerus berkembang mengikuti arusnya perkembangan. Kalau boleh saya istilahkan ini adalah sebuah keharusan, bukan nanti-nanti. Bukankah tiap tahun itu manusia baru banyak yang lahir, generasi terus berganti, dan perkembangan segala bidang terus meningkat. Kenapa semua itu terjadi? Karena rasa manusianya sendiri yang menginginkan hal tersebut. Kekurangpuasan dan memberontak terhadap kemapanan itulah yang menciptakan pembaharuan dalam berbagai bidang dan segi.

Kekolotan memang harus dibedah dan dicarikan solusinya. Jangan beromantika dengan keindahan masa lampau. Kenapa gaya pakeliran dalang A bisa sehebat itu pada jamannya? Lihat saja situasi perkembangan jamannya, pelajari sejarahnya dan temukan komposisinya atau ramuannya. Nah ramuan ini sebenarnya yang kita gunakan untuk beradaptasi dengan perkembangan jaman.

Jaman berubah, manusia tetap tidak berubah. Atau manusianya terlalu banyak berubah, sehingga tidak merasakan jamanya berubah. Jadi, mau tinggal di tempat menikmati romantika masa lampau atau bergegas menemukan formula dan berbenah diri untuk tetap eksis. Pilihannya hanya ada 2, wayang ditingalkan penggemarnya dan beralih fungsi, atau secara isensi wayang tetap, namun tampilan berbeda. Silahkan pilih-pilih sendiri dan selamat mencoba.

tolong masukannya yah

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s