Mari Menari

Apa itu Tari?

Tari adalah gerakan tubuh yang bermakna, kalau dihubungkan dengan seni maka menjadi gerakan tubuh yang indah. Ada yang bilang bahwa sejak lahirpun kita sudah menari. Bagaimana tidak, jika tari itu diartikan sebuah gerakan, berarti waktu keluar dari rahimpun kita sudah bergerak. Bagi saya sendiri Tari adalah sebuah karya seni yang berhubungan dengan gerak yang memiliki nilai keindahan dan bisa bersifat vertikal serta horisontal.

Tari Lukah Gilo (sumber foto dari http://www.tanahdatar.go.id/ )

Tari Magis

Menurut sejarahnya simbah-simbah, tari itu digunakan untuk dua kepentingan juga. Yaitu tari perembahan (bersifat vertikal) dan tari pergaulan (horisontal). Yang berhubungan dengan kebutuhan vertikal ini biasanya mengalami transenden, atau tahap tidak sadarkan diri. Atau ada tata cara sendiri, berupa upacara yang harus di lalui oleh penarinya. Seperti tarian bedaya ketawang di kraton, itu syarat utamanya adalah masih virgin dan sebelum menari diwajibkan berpuasa selama 3 hari, dan pas saat nari tidak boleh menstruasi. Selain itu tarian rakyat seperti jathilan, kuda lumping, reog itu juga mengalami transenden, karena pelakunya kadang kesurupan, dan suka makan apapun, sampe pecahan kaca saja dimakan dan mengupas kelapa dengan gigi.

Tari Tayub

Kalau di daerah lain adalah di luar jawa, misalnya tari Lukah Gilo dari Padang, tarian ini melibatkan seorang dukun (bahasa Padangnya kulipah). Lukah adalah sebuah alat untuk menangkap ikan yang terbuat dari bambu atau sapu lidi. Lukah ini kemudian dimantrai oleh kulipah, supaya ikan-ikan menjadi Gilo (mabuk). Kulah yang telah dimantrai ini disebut Lukah Gilo. Kegiatan mencari ikan ini kemudian dijakan sebuah pertunjukan tari yang dinamai tari Lukah Gilo. Dalam tari ini lukah diangkat banyak orang, dan orang-orang tersebut bisa seperti kesurupan dan lukah terasa berat. Ini beberapa contoh bahwa tari ada hubungan dengan Magis.

Tari Pergaulan

Kehidupan selalu menuntut orang untuk saling berinteraksi dengan berbagai beragam cara dan bahasa. Salah satunya adalah dengan tari. Pasti sudah mendengar dansa kan? Dansa adalah tarian pergaulan di daerah belahan eropa sana. Kalau bangsa kita sendiri bagaimana? Wah kita lebih kaya brow. Contoh saja adalah tari jaipong dari Sunda, tari janger dari Bali, renggong dari Banyumas, gandrung dari banyuwangi, tayub dari pedesaan sekitar Solo dan kemudian sampai kraton diperhalus menjadi tari Gambyong.

Senyuman Penari Gandrung

Di daerah Aceh ada tari rampak, tari paying yang berpasangan dari Minangkabau, saya suka tari ini, ceweknya kelihatan cantik-cantik dan menggoda. Nah kalau Sulawesi punya tarian Molulo, ini juga sebuah tarian pergaulan, tarian ini dibawakan banyak orang dengan cara saling bergandeng tangan dan membentuk lingkaran. Wah Maluku juga punya loh, tari katreji namanya. Daerah yang terkenal dengan lagu raksasa yange ini tarian pergaulannya diiringi oleh gendang yang bernama tipa, memukulnya dengan besi.

Tari Janger (sumber foto dari http://wikansadewa.blogspot.com)

Mengapa kita bingung-bingung ngedance ala eropa brow, itu kita lebih kaya kan dan sifatnya lebih cocok dengan iklim di daerah kita masing-masing. Kalau saya paling suka itu tari lengger dari Banyumas, geyolannya (goyanganya mantaf), tetapi lebih mantaf lagi adalah tari gandrung dari Banyuwangi. Konon menurut cerita teman sekosku dari Banyuwangi nih, sebelum menari wajah penari gandrung ini biasa saja, tetapi setelah berpakaian wadhuh minta ampun cantiknya.

Kalau ingin gaya bebas, seperti disko atau seperti pub-pub gitu, ada kok. Datang ke sragen, di sana ada tarian pergaulan yang bisa ditemukan sepanjang bulan kecuali romadlon dan bulan sura, hampir tiap hari ada tarian ini. Tarian ini merupakan pekembangan dari tari tayub, berhubung sekarang dilarang porno-pornoan, maka tarian ini tidak melibatkan penari cewek, jadi khusus cowok bebas dengan berbagai gaya. Kalau ada ceweknya berarti itu sudah tayub lagi.

Wah, Negara Indonesia memang hebat, kekayaan tradisinya tiada tara. Hem kalau tidak kita lalu mau siapa lagi. Perlu di contoh itu daerah sragen yang masih setia dengan tarian pergaulannya. Aneh kan, pop, dangdut, campursari, kalah brow sama yang namanya badutan ini. Masyarakatnya mendukung sih. Selain untuk pergaulan juga ajang silaturahmi dan di badan jadi sehat. SO, Ayo menarilah dengan gaya kita dan music kita sendiri, itu lebih enak dan nyaman, daripada jedhag jedhug, selamat mencoba.

Terakhir ini saya tampilkan video suasana badhutan di Sragen…selamat menyaksikan,,,,

tolong masukannya yah

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s