Musik Tradisi Tak Jadul

Kian waktu bertambah, maka kian berkurang pula penggemar musik tradisi di tanah air. Bahkan ada sebagian musik tradisi yang sudah punah di telan waktu. Sedikit cerita dari negeri sebrang, Silver Lou Harrison adalah salah satu komposer dari Amerika yang terkenal karena menggabungkan elemen dari musik budaya non-Barat ke dalam karyanya, dengan menggunakan sejumlah instrumen gamelan Jawa, termasuk ansambel dibangun dan disetel oleh Harrison dan pasangan William Colvig. Sebagian besar karyanya ditulis hanya dalam intonasi daripada temperamen sama lebih luas. Harrison adalah salah satu komponis yang paling menonjol telah bekerja dengan microtones.

Video ini adalah salah satu karyanya

Colin McPhee (15 Maret 1900, di Montreal 7 Januari 1964, di Los Angeles) adalah seorang komponis Kanada dan musikolog. Ia terutama dikenal sebagai komposer Barat pertama untuk membuat sebuah studi ethnomusicological Bali, dan untuk kualitas kerja yang. Ia juga menggubah musik dipengaruhi oleh beberapa dekade Bali dan Jawa sebelum dunia seperti komposisi berbasis musik menjadi luas. Ia menjadi profesor etnomusikologi di UCLA pada tahun 1958 dan juga seorang kritikus jazz dihormati.

Ini adalah salah satu videonya

Di sekitar tahun 70an ada pemusik jerman Eberhard Schoener dengan grup musiknya yang bernama “Bali Agung” malah secara komersial bisa sukses dengan lagu ciptaannya berbasis tradisi Bali, mas. Jangan kuatir musik tradisi kita di anggap jadul, bukan berarti jadul itu jelek, tetapi memeng jadul itu yang sulit kita didengarkan dan dicerna. Saya yakin musik tradisi tidak pernah akan mati.

Harapan ke Depan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terhambatnya perkembangan dan kemajuan seni tradisi ini. Diantaranya adalah dianggap jadul, begitu sulit dicerna, jarangnya seniman yang meluangkan waktu gratis mengajar kesenian, hegemoni para sesepuh. Kesenian tradisi ini milik kita bersama, bukan milik segelintir orang. Gamelan hanyalah perangkat musik sebagai media untuk berekspresi. Seperti tari dengan gerakannya, seperti dalang dengan wayangnya. Jadi bebaskan saja kreatifitas, jangan selalu memberikan tekanan kepada para pemula, sehingga image belajar gamelan itu sasah tidak ada lagi.

Sumber tulisan dari Wikipedia dan sumber video dari browsing youtube.

tolong masukannya yah

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s