Terjadinya Bumi dan Manusia Pertama (Cerita Wayang)

Kosong tak ada apapun, awang uwung, hampa tiada tepi, tak ada desiran angin, tak ada kerlipnya bintang, tak ada matahari, tak ada bumi. Semua masih mlompong, tak ada kata, tak ada kalimat, tak ada hurup, tak ada kehidupan, dan tak ada apapun kecuali HYANG MAHA KUASA berada di tengah kehampaan.

Hampa tiada rasa, hampa tiada ingin, hampa tiada hasrat, hampa tiada harap, hampa tiada apapun kecuali Dia. Berkuasa di atas segala kehampaan dan kekosongan. Berkuasa dengan hakekat cinta, berkuasa dengan segala hakekat, berkuasa dengan segala arah, berkuasa dengan segala ingin. Dialah sumber dari segala sumber, sumber dari kehampaan, raja dari raja, raja yang berhak mencipta kehidupan.

Hyang Maha Kuasa lalu menciptakan hukum kodrat (pepesthen= Jawa). Ada suara seperti dengungan yang terdengar memenuhi alam raya seperti suara yang dihasilkan dari genta. Muncul cahaya terang di tengah gelapnya alam raya yang senantiasa bergerak melingkar sesuai dengan wujudnya yang seperti telur melayang-layang di udara. Segera Hyang Maha Kuasa mengambil lalu menciptanya “kun fayakun” dan hancur menjadi tiga bagian, 1. Bagian kulitnya menjadi bumi dan langit, 2. Bagian putih telor menjadi cahya, dan teja sedangkan 3. kuning telur menjadi mani dan maya.

Cahya, teja, manik dan maya di cipta jadi sebuah bentuk menyerupai boneka yang kemudian dikenal dengan manusia. Boneka itu lalu ditiupkan roh kepadanya sehingga mampu bergerak dan hidup, bangkit layaknya manusia. Tetapi tergolong manusia pertama yang dekat dengan Pencipta. Kemudian Hyang Maha Kuasa bersabda kepada ke empat manusia tersebut.

“Hai kalian semua yang tercipta dari cahya, teja, manik dan maya. Sudah Kucipta wujudmu menjadi manusia. Cahya, Kuberi nama kamu Narada, sedangkan teja Kuberi nama Antaga, manik berkenanlah dengan namamu Manik dan maya jadilah nama Ismaya.”

Keempat umat ciptaan baru itu segera menghaturkan sembah sujud dan mengiyakan semua sabda Hyang Maha Kuasa. Seperti bayi yang lagi lahir, menangis karena tidak bisa melihat, tidak bisa berjalan, tidak bisa mendengar, hanya tangis dan berontak tubuhnya yang masih lemah yang mampu melakukan apapun. Begitu juga keempat insan ini ketika mereka mengetahui luasnya bumi yang tercipta, bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Hanya rasa kagum dan kagum yang bisa mereka lakukan. Secepat kilat mereka belajar mengenal dan saling menyapa, berbicara dengan bahasa rohani, sehingga sedikit mudah berkomunikasi.

Seperti ada yang kurang, kemudian Hyang Maha Kuasapun menciptakan pasangan hidup bagi tiap-tiap umat tersebut. Datang lagi sosok boneka molek, lebih halus dan menarik sekali, secara utuh memang kelihatan sama, tetapi ada beberapa bagian yang berbeda. Akhirnya mereka saling sapa, saling mengenal dan saling meraba. Ada keanehan terjadi, ketika memandang timbul rasa memegang. Setelah memegang timbul rasa ingin meraba, setelah meraba baru tahu memang mereka dicipta berbeda dalam beberapa segi. Dan perbedaan tersebut menjadi pusat perhatian. Tak terasa ketika si laki diraba alat yang berbeda itu, tumbuh rasa hasrat yang menggebu, rasa senang, enak, dan nikmat. Si Lakipun kemudian memegang dada perempuan, dan rasa menggebupun datang. Hanyut dalam buaian samudra nikmat di tengah taman surgawi. Awal mula mereka mengenal kehidupan sex dan akhirnya terulang terus turun temurun hingga sekarang.

2 thoughts on “Terjadinya Bumi dan Manusia Pertama (Cerita Wayang)

tolong masukannya yah

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s