Bebaskan Kreasimu

Lihat para penggemar wayang dan musik tradisi (karawitan), kira-kira mereka umur berapa? Dan berapa orang yang mampu menonton wayang hingga akhir? Atau berapa orang yang menikmati sajian karawitan atau kecapi suling sunda atau musik tradisi lainnya hingga akhir? Rata-rata umur mereka diatas 35-an. Berapa tahun lagi mereka akan hidup di dunia ini. Rata-rata itungan maximal sekitar 35 thun lagi. Dan itu berarti ikut matinya kesenian tradisi, entah itu tradisi manapun. Perkiraan ini terjadi jika para seniman tradisi masih kolot dan menutup diri dan tidak mau berbenah diri, baik secara karya maupun bekal diri. Sejak 30an tahun akhir ini perguruan tinggi seni tradisi makin dijauhi oleh mahasiswa, artinya peminatnya berkurang.

Teruslah berkoar dan berdalih mempertahankan apa yang dianggap PALING BAGUS. Paling bagus menurut siapa? Teruslah bertahan diri dengan prinsip MAHA Agung, dan MAHA wibamu? dan biarkan para generasi muda menjauhkan diri. Memang benar seni tradisi itu identik dengan kehalusan, dengan perasaan, dan itu memang peninggalan, tetapi tidak menutup diri kita untuk berbuat lebih, atau sekedar mengembangkan. Bagi yang fanatik tradisi teruskanlah itu sah-sah saja. Dan bagi para pengembang atau yang istilahnya kontemporer silahkan saja dan teruskan, itu juga sah. Dan hiduplah berdampingan, jangan saling mengolok-olok. Dan biarkan saya mencari jalan saya sendiri. Karena bagiku kesenian itu fleksibel, gamelan itu alat musik, wayang itu mediasi. Yang penting apa yang saya sampaikan ke penonton mampu dipahami, dan nilai moralnya sampai. Dan yang penting lagi, generasi muda mau mendekatkan diri lagi kepada wayang.

Bebaskan kreasimu, bebaskan pemikiranmu itulah kunci, jangan terbelenggu dengan aturan-aturan. Buang semuanya jika anda merasa seniman tradisi masa sekarang. Benar adanya kita harus mengenal tradisi, tetapi itu sebagai bekal. Tradisi kekinian yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan digemari masyarakat sekarang. Go to public or go to langit, terserah.

Apakah kebebasan ada batasnya? Tetap ada batasnya. Apa? Moralitas merupakan menu utama dalam pembuatas sebuah karya. Entah musik entah wayang, entah tari. Selama mengandung pesan moral itu sudah cukup. Tidak harus rumit, tidak harus bertele-tele, tidak harus yang halus, dan tidak harus yang indah mempesona, tidak harus istimewa dan tidak harus aeng atau aneh. Sederhana saja, lugas, jelas, bisa diterima sudah titik.

4 thoughts on “Bebaskan Kreasimu

    • Terima kasih mas Jaman Semana,,,saya baru belajar,,,karena punya modemnya juga baru saja, dan kenal blog apalagi,,,tolong bimbingannya ya mas….

tolong masukannya yah

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s