Beruang Nakal

Gambar dari Unic Supericsun

unic supericsun

Segerombolan singa laut yang sedang asyik di tepian pantai, mereka hidup damai dan tenang, dan tidak ada yang merasa ketakutan atau rasa iri, hidup mereka rukum berdampingan yang satu dengan yang lainnya tanpa ada persaingan, karena mereka bukan hewan pemangsa sesama. Hanya manusialah yang hidup berdampingan tetapi saling menjatuhkan, sungguh ambisi membunuh telah merusak sendi nadi kebersamaannya.

Di kejauhan ada seekor beruang putih, beruang itu nampak kelaparan. Ketika melihat gerombolan Singa laut terbersit dalam benaknya, “Wah enak ni, gue makan satu dari beratus singa laut itu pasti bisa kenyang.” Tanpa pikir panjang sang Beruang-pun bergegas mendekati calon mangsanya. Terang saja gerombolan singa laut itu berlarian menyelamatkan diri masing-masing. Ternyata insting merasa kalah telah melemahkan kebersamaan juga ya, padahal secara logika gerombolan singa laut itu pasti bisa mengalahkan seekor beruang. Beruang merasa mendapatkan kesempatannya, akhirnya dia mengejar gerombolan tersebut, dan naas nasib singa laut yang larinya paling akhir, tertangkap juga oleh beruang tersebut dan hendak dibunuhnya.

Berjuang keras dari maut yang mengancamnya sang singa laut tak mau diam, dia mematuk-matukan gigi runcingnya ke kaki beruang tersebut, sialnya nasib singa laut yang tak memiliki kaki, usahanya seakan sia-sia. Melihat pertarungan tersebut, teman singa laut yang kebetulan dekat, dengan keberanian ikut menyerang beruang, mematuk leher beruang yang menggigit temannya, beruang tidak merasakan patukan tersebut, dan terus-menerus melancarkan serangan ke singa laut yang ditangkapnya. Sementara itu gerombolan yang lainnya sudah bisa menyelamatkan diri ke tengah laut.

Nasib singa laut ini akhirnya bisa juga mencapai tepian pantai dan dalam pikirnya semoga saja beruang tak bisa berenang, sambil berjuang mati-matian dia berusaha lepas dari cengkraman beruang. Dan akhirnya dia berhasil menyelamatkan diri, dan bergabung dengan gerombolan lainnya. Bagaimana nasib beruang itu selanjutnya, dia berusaha menepi dan kembali ketepian pantai dengan kakinya yang satu sudah terpatuk oleh singa laut. Karena rasa lapar tak terhingga, dan usahanya yang sia-sia membuatnya lemah tak berdaya, berjalan tergontai lemah dengan luka di kaki..lemas, tak berdaya mencapai tepian pantai akhirnya jatuh tersungkur, terkulai dan tak mampu lagi berjalan.

Segerombolan singa laut kembali lagi ketepian pantai tanpa rasa takut akan bahaya beruang putih yang terkulai lemas. Ambisi akan membawa seseorang yang rakus dan haus, serta lapar dalam kematian. Membabi buta itu adalah kharakternya sehingga dia jatuh dalam jurang kebodohan yang sewaktu-waktu menyeretnya dalam kehancuran diri. Pemerintah yang serakah dan korup, sementara rakyat yang banyak takut karena posisinya yang dibawah, ga punya kekuatan melawan. Jika sudah terjepit dan terpojok dengan berbagai polemik akan meronta dan memberontak. Semoga bermanfaat.

tolong masukannya yah

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s