Wayang Purwa

Wayang merupakan salah satu bentuk seni tutur yang berkembang hingga sekarang. Saya tidak akan menjelaskan sedetail mungkin karena sudah banyak yang membuat website maupun blog yang berisikan tentang sejarah wayang. Dalam catatan ini saya hanya ingin menulis tentang wayang purwa gaya Surakarta, itupun semampu dan seingat saya.

Wayang di wilayah Surakarta berdasarkan sumber ceritanya dibedakan menjadi beberapa wayang, yang jelas ada wayang purwa, wayang gedhog dan wayang madya. Wayang Purwa menggunakan epos Mahabharata dan Ramayana yang sudah disesuikan dengan tradisi lokal oleh Ranggawarsita dalam bentuk tulisan yang berjudul Pustaka Raja Purwa. Sedangkan Wayang Madya adalah Wayang kulit yang diciptakan oleh Mangkunegara IV sebagai penyambung cerita Wayang Purwa dengan Wayang Gedog. Cerita Wayang Madya merupakan peralihan cerita Purwa ke cerita Panji. Salah satu cerita Wayang Madya yang terkenal adalah cerita Anglingdarma. Wayang madya tidak sempat berkembang di luar lingkungan Pura Mangkunegaran. Cerita Wayang Madya menceritakan sejak wafatnya Prabu Yudayana sampai Prabu Jayalengkara naik tahta. Cerita Wayang Madya ditulis oleh R.Ngabehi Tandakusuma dengan judul Pakem Ringgit Madya yang terdiri dari lima jilid, dan tiap jilid berisi 20 cerita atau lakon. Sumber dari wikipedia.

Berbagai bentuk wayang gaya Surakarta tersebut yang masih bertahan sampai sekarang adalah wayang purwa. Hal ini dikarenakan mengambil epos Mahabharata dan Ramayana, dan diantara kedua sumber cerita tersebut yang paling mendominasi pertunjukan wayang dan paling digemari oleh kalangan penikmat wayang adalah epos Mahabharata. Kenapa Mahabharata paling digemari, menurut saya dikarenakan dalam epos Mahabharata terdapat berbagai koflik kehidupan yang sampai sekarang dirasa masih aktual dengan peradaban jaman. Selain itu juga tidak lepas dari perjuangan para seniman pelakunya yang senantiasa membuat pembaharuan baik dari unsur cerita, boneka wayang, iringan dan konsep pertunjukannya.

Medium wayang purwa berupa seperangkat gamelan (lepas dari banyak dan sedikitnya jumlah instrumen yang digunakan), boneka wayang kulit purwa, dan cerita. Esensi dari ketiga unsur tersebut adalah medium cerita, mengingat cerita merupakan tuntunan (arahan) bagi medium lainnya. Dengan kata lain cerita tertentu bisa menyimpulkan jumlah wayang yang akan digunakan dan ilustrasi musik yang akan digunakan. Pembuatan cerita ini sering disebut dengan sanggit cerita, yaitu tata cara menyusun sebuah cerita, bisa terdiri dari balungan cerita (skema cerita) atau sebuah naskah (tuntunan lengkap). Pertimbangan sanggit cerita adalah adanya setting tempat, alur cerita dan pengkharakteran. Semua unsur tersebut bisa diubah sesuai dengan selera dalang atau penyusun naskah dan disesuaikan dengan perkembangan jaman supaya dihasilkan sebuah cerita yang relevan dengan era jamannya. Setting tempat diharapkan pelarian sebuah kreatifitas masih terbingkai atau masih dapat dirunut. Sedangkan alur cerita adalah rangkaian atau urutan cerita, pengkharakteran artinya penokohan setiap boneka wayang.

Hal paling sulit dari ketiga unsur tersebut adalah unsur pengkharakteran wayang, unsur lainnya masih bisa dilakukan dengan cara atau model stereotype, sedangkan pengkharakteran merupakan unsur yang melibatkan emosi dalang memerankan sebuah tokoh atau lebih. Pertimbangannya adalah sebuah cerita teater pasti mudah menemukan gaya atau karakter karena mereka dimainkan oleh banyak orang, sedangkan wayang hanya dimainkan oleh seorang saja yaitu dalang. Untuk itu wajib seorang dalang harus benar-benar memahami karakter yang akan dimainkan dalam satu repertoar cerita.

2 thoughts on “Wayang Purwa

tolong masukannya yah

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s