Candi Itu “Saru”

Saru adalah kosakata dalam bahasa Jawa, yang artinya porno. Kenapa saya kasih judul itu untuk berbicara tentang candi ini? Karena memang candi ini sangat terkenal dengan simbol Lingga Yoninya. Namanya adalah Candi Sukuh, terletak di lereng Gunung Lawu sebelah barat. Berdekatan dengan candi Cetha. Dahulunya di puncak candi terdapat sebuah patung Lingga yang sangat besar, namun sekarang sudah diambil dan dibawa ke Jakarta, dimasukkan museum Nasional. Sehingga puncak candi sekarang kelihatan datar tak ada apa-apa.

Candi Sukuh

Candi ini sangat kaya dengan simbol lingga dan yoni. Coba perhatikan pintu naik kepuncak candi tersebut, dan imajinasikan itu adalah yoni. Serta di depan candi induk masih terdapat simbol yoni lagi yang di dalamnya terdapat patung seorang bocah yang sedang meditasi. Belum lagi candi yang paling depan bawah, jelas sekali di dalamnya terdapat simbol Lingga Yoni. Dan jika diperhatikan lebih jeli lagi setiap jalan yang menuju candi induk yang dibuat hanya bisa masuk satu orang itu kita lihat dari jarak jauh juga seperti Yoni.

Ya lingga yoni, awal mula peradaban manusia mengenal kehidupan bermuara. Simbol kesuburan dan simbol kemakmuran. Tak ada lingga maka tak ada yoni, dan mungkin tak akan ada kehidupan. Dalam candi ini terdapat relief yang bercerita tentang Sudamala dan Dewa Ruci. Kedua cerita pewayangan yang terkenal sebagai cerita pangruwatan (tolak balak). Sudamala bercerita tentang kehidupan Dewi Uma yang berubah wujud jadi Durga dan kemudian atas pertolongan Sadewa jadi Dewi Uma lagi. Sedangkan Dewa Ruci sudah diketahui banyak khalayak bercerita tentang perjalanan spiritualnya si Bima (Werkudara).

Candi itu saru, kalau ditinjau secara makna harafiah. Simbol-simbol yang begitu nyata dan jelas itu sangat porno. Dan ini pula jadi pertentangan dan ingin dirobohkan, untunglah masih bisa diselamatkan. Candi itu Saru, porno, melebihi pornonya para bintang porno. Namun kenapa ketika orang masuk candi tersebut diam dan tak menganggap itu hal porno. Berarti sekali lagi porno adalah pada diri masing-masing individu.

2 thoughts on “Candi Itu “Saru”

  1. sdh tdk usah diperdebatkan ! porno atau tdk, sebab menurutku itu berhubungan dengan pikiran individu yang ngeres atau porno itu sendiri, kalau pikirannya bersih hasilnya pasti bersih, contoh yang nyata ada didaerah daerah terpencil, perempuan atau laki-laki ada yang mandi di kali seenak udel nya mereka tdk permasalah kan ? nah kalau pikirannya sdh kotor tertutup rapatpun tembus kotor, yang terpenting buat kita bagaimana menghargai, menghormati dan tidak merugikan orang lain

tolong masukannya yah

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s