Senthong merupakan salah satu kosakata jawa yang digunakan untuk menyebut kamar tidur. Kata senthong ini sudah tidak lazim lagi kita temui di masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah. Kata “kamar” lebih akrab mereka gunakan sebagai ganti kata “senthong” itu sendiri. Lalu apa yang membedakan senthong dengan kamar (bilik)? Jelas ada isensi yang berbeda. Kalau di jawa … Continue reading »
SERTIFIKASI SENIMAN
“Kalau dipikir-pikir, judulnya demi seniman. Jikalau kalangan seniman sendiri tegas menolak gagasan itu namun pemerintah tetap memaksakan kehendaknya, kan justru menjadi aneh ya, Pret,” ucap Lik Karyo. Continue reading »
10 February, 2012 04:08
what you say
Candi Itu “Saru”
Saru adalah kosakata dalam bahasa Jawa, yang artinya porno. Kenapa saya kasih judul itu untuk berbicara tentang candi ini? Continue reading »
Romantika Peka Jaman
Wayang kian lama kian ditinggalkan oleh penggemarnya. Kenapa? Banyak sekali alasannya. Kalau saya bayangkan seperti halnya dulu kita menggunakan IE (Internet Explorer) untuk menjelajahi dunia maya, sekarang kita bisa menggunakan google chrome, atau Mozilla, opera mini dan masih banyak lagi aplikasi yang bisa digunakan untuk menjelajah dunia maya. Continue reading »
Mangayubagya Hari Tari Dunia
Ing dina Kemis tanggal 29 April 2010 iki para seniman (tari kususe) mangayubagya Hari Tari Dunia kang kaping 28, sakwise dicanangke dening PBB ing taun 1982. Prayaan iki dianakke kanggo ngelingi tokoh tari modern Jean-Georges Noverre kang lair ing taun 1727. Ing pahargyan taun iki PBB nduweni pesen “REACHING FOR EQUALITY, COMPASSION AND TOLERANCE” (Ngranggeh Kesetaraan, Kebersamaan dan Toleransi). Continue reading »
“Menghancurkan” Wayang Wong Sriwedari
Tahun ini wayang wong Sriwedari (WWS) telah mencapai usia lebih dari satu abad. WWS adalah sebuah kelembagaan kesenian komersial yang didirikan tahun 1910 untuk melengkapi fasilitas hiburan yang ada di kebon raja Sriwedari atas perintah Paku Buwono X. Pada saat yang sama terjadi perubahan struktur sosial masyarakat dengan lahirnya golongan masyarakat menengah (pengusaha, pedagang dan pekerja). Continue reading »
Merunut Akar Kekerasan
Secara epistemologis, akar kekerasan bersumber dari dalam yang bersifat instingtif dan dari luar diri manusia yang bersifat stimulus (rangsangan) terhadap lahirnya tindak kekerasan. Dalam pengertian sempit, kekerasan mengandung makna sebagai serangan atas penyalahgunaan fisik terhadap seseorang atau binatang, atau serangan, penghancuran, perusakan yang sangat keras, kasar, kejam dan ganas atas milik seseorang (Windu, 1992: 63). Continue reading »
Mengenal Demokrasi
Nabi Sulaiman berkata, “Tidak ada yang baru di bawah sinar matahari.” Iya bener juga, hidup adalah sama, cita-cita adalah sama, hukum alam sama di setiap masanya. Perlu diketahui bahwa ada 2 aspek kehidupan yang saling terkait, yaitu semangat ketergantungan dan kebebasan. Continue reading »
Keroncong dalam Kemandulan
Keroncong adalah salah satunya. Ia masih menjadi bunyi namun dari suara yang kalah oleh benturan sebuah peradaban musik mutakhir. Zaman keemasannya seolah telah berlalu, meninggalkan sejuta kenangan manis dengan lahirnya lagu-lagu monumental yang abadi hingga kini. Continue reading »
Konsep Satria Piningit
Pandhita juga orang yang mumpuni dalam hubungan horisontal dan vertikal. Dalam segala kebijakan dibutuhkan nurani, bukan karena kekuasaan ataupun uang. Aku jadi teringat film tentang hukum dari Amerika, dimana ada seorang pengacara yang bisa menyelamatkan orang kulit hitam Afrika yang telah menembak mati orang Amerika. Continue reading »
PANDUAN CARAKAN ANYAR DAN JAVANESE KEYBOARD
Agar anda bisa menggunakan aksara jawa di komputer anda, maka telah dirancang sebuah program font aksara jawa dan program keyboard aksara jawa sehingga memungkinkan bagi anda untk menggunakannya secara praktis. Continue reading »
Kesenjangan Teks Musikal dan Alur Melodi Musik
Madura, Soto Betawi. Semua adalah sama-sama soto namun kenapa harus diikuti dengan nama wilayah-wilayah tersebut. Jawabannya cukup simpel, Jika Merriam (1964) menekannya studi musik dalam konteks budaya maka bisa pula kita tekankan studi soto dalam konteks budaya. Artinya, dalam balutan vokal maupun soto tersebut tertuang tentang konsep-konsep bumbu maupun piranti budaya masyarakat pengkultusnya. Continue reading »
Semar Kamu Dimana?
Semar kamu dimana ini saya sajikan dalam durasi waktu sekitar 25 menit, dengan menggunakan medium musik 2 buah kacapi sunda dan wayang punakawan. di dalam ceritanya para anak-anak semar mencari ayahnya, dan selalu mengingat ajran-ajaran kemanusian yang disampaikan oleh ayahnya, yaitu SEMAR. Akhir perjuntukan Garengpun berorasi dan mempertanyakan kepada audien, “SIAPA YANG BERANI JADI SEMAR?” Continue reading »
Semar Kembar 4
Amarta, tentang hilangnya kyai semar yang tanpa kabar-kabar, sehingga situasi negara menjadi amburadul. Tidak selang berapa waktu datanglah Durna, yang minta kejelasan keberadan semar. Durna justru member informasi bahwa di astina ada 2 semar yang tertangkap. Akhirnya mereka datang bersama-sama untuk memastikan mana semar yang benar. Continue reading »
BAGAI SRIKANDI
Lazim kita jumpai, ibu dan pahlawan-pahlawan wanita masa kini dianalogikan “bagai Srikandi”. Tentu pelukisan semacam ini bukannya tanpa maksud, namun sarat akan bingkai penaknaan kultural atau bahkan mungkin yang transenden. Srikandi, sosok wanita dalam epos wayang Mahabarata yang tradisional itu kini abadi dalam percaturan icon mutakhir. Seperti apa Srikandi, dan kenapa harus Srikandi? Continue reading »
Bebaskan Beban Sejarah Genjer-Genjer
Jika anda pernah menyaksikan film Pengkhianatan G 30S/PKI besutan sutradara Arifin C.Noer tentu tidak asing lagi dengan sepenggal teks lagu di atas. Ya, dalam film itu teks lagu yang berjudul genjer-genjer di atas dinyanyikan oleh anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat ketika beberapa jendral diculik dan disiksa. Lagu yang diidentikkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut menjadi haram di era orde baru. bahkan penciptanya Muhammad Arief asal Banyuwangi meninggal karena dibunuh, dianggap sebagai pengikut PKI pada pembantaian tahun 1965-1966. Continue reading »
OPEN HOUSE
Keangkuhan semakin terlihat gila, ketika saya menyaksikan orang-orang buta yang berjalan berderetan guna mengantri amplop dan bersalaman dengan PRESIDEN. Ntah itu mereka tulus datang atau sebuah permainanpun tiada yang tahu kecuali jiwa masing-masing. Continue reading »
Kampung dan Sejarah Kebudayaan
Memasuki hari besar seperti hari raya, sering kali terdengar istilah ‘pulang kampung’. Padahal tidak selalu tempat tujuan tersebut mencerminkan keadaan suatu kampung, bisa saja kota. Namun toh demikian tetap saja istilah kampung digunakan. Kenapa harus kampung? Sebegitu pentingkah kampung hingga seseorang merasa kehilangan identitasnya jika tidak memiliki kampung. Lalu bagaimana dengan ‘kampungan’? Continue reading »
Wayang Keroncongan
Akhrinya saya berharap dukungan doa-doa dari teman-teman sekalian, semoga pentas nanti malam berjalan lancar sesuai dengan harapan kami. Dan sesungguhnya yang terpenting bagi saya dan kawan-kawan adalah saat prosesnya, sedangkan pementasan ini sendiri adalah tempat untuk uji nyali. Karena seusai pementasan, esok harinya akan diadakan diskusi. Continue reading »